Thursday, February 9, 2017

Expand your Knowledge

HELLAAWWWW udah ama pake bingits nih gue gak nge blog udah kaya mantan yg "dibuang ke laut" wkwkwk canda deng *bukan curhat loh ._.*. Bai de way, hal tersebut dikarenakan semester kemaren gue lagi.....yaa bisa dibilang menyibukkan diri dengan cari2 pengalaman selama gue kuliah. Sekarang karena lagi liburan semesteran aja jadi gue bisa sempet nge blog lagi. Gak kerasa gue udah memasukki semester tua, yaitu SEMESTER 6 HUEEEE gak tau harus seneng atau sedih wkwk. Ohiya, kan tadi gue bilang lagi sibuk cari2 pengalaman selama kuliah... Nah, makannya gue pengen nge share ke temen2 nih mengenai pengalaman itu sendiri

Selama kuliah, 4 Tahun terlalu singkat KALAU Lo Cuma Dapet Ilmu di Kelas... Gimana cara dapetin pengalaman dan ilmu lebih banyak? Menurut gue sih gini... cekidot!

1. Ikut Organisasi
Seiring dengan berkembangnya ilmu dan teknologi setiap saat, maka kita juga harus dituntut untuk bisa apdet terus dong ya, contoh dari segi lingkup pembahasan mengenai lingkungan saat ini, misalnya climate change, politik saat ini, feminism, pendidikan, dan hal2 lainnya. Disini bukan berarti secara tersirat gue udah update mengenai hal2 kaya gitu loh ya :( wkwkwk *semenjak liburan jadi kurang produktif gitu dan kurang update sama the latest issue, hiks* #curcol. Menurut gue, hal2 kaya gitu gak lo dapetin di kelas, kalopun dapet mungkin gak dalem. Gimana cara memperdalam nya? Yaa banyak2 baca berita, banyak2in ngobrol sama temen APALAGI kalo lo ikut organisasi nih, coba ajak temen2 lo ngobrol tentang isu yg kekinian, coba diskusi sama temen yg menurut lo enak buat diajak ngobrol. Lo bisa mulai dengan topik apapun yg lo suka, atau misalnya kalo temen lo yg mulai duluan, ya ladenin aja. Dengan begitu, menurut gue nanti cara berpikir lo akan berkembang, lo bisa menerima pendapat orang lain, lo bisa ber argumen, dsb. Dan...Satu lagi... Jangan puas dengan ilmu sebatas pada jurusan yg lo ambil. Misalkan gue ambil jurusan agroindustri, jadi ya gue gak mau kalo gue cuma mendalami hal2 mengenai industri, pangan dll yg berkaitan. Ya memang sih fokus nya kesitu, tapi it will be better kalo knowledge yg kita punya di expand ya kan?

2. Coba Ikut Kepanitiaan
Selain organisasi, kepanitiaan juga bisa jadi suatu wadah buat lo mengasah soft skill nih. Di organisasi dan kepanitiaan, lo bakal banyak belajar mengenai tanggung jawab, teamwork, kemampuan beradaptasi, manajemen waktu, banyak deh :D. Hal2 kaya gitu gak lo dapetin saat belajar di kelas (ya mungkin bisa dapet tapi gak banyak), karena saat kuliah belajar di kelas yg paling dominan adalah hard skill. Pesen gue buat dedek2 unyu yg bakal memasukki dunia perkuliahan, gue saranin ikut organisasi dan coba daftar kepanitiaan deh. Disana lo juga bisa ngukur seberapa cepat lo bisa beradaptasi sama orang2 baru, yg baru ikut daftar juga.

3. Ikut Lomba
Lomba itu adalah PENGALAMAN TAK TERGANTIKAN :""). Kenapa? Karena saat lo baru daftar lomba aja, itu berarti lo udah punya niat dan keberanian! Ketika berkompetisi, lo bakal tau siapa lawan lo yg "sebenarnya". Lo bakal realize kalo banyak yg saingan yg lebih berat, karena diluar sana pas lo ikut lomba, lo bakal ketemu sama orang-orang lebih "gila" dari mereka, yg udah menang lomba dimana-mana, yg udah go international, yg udah expert dibidang ini lah, itu lah, dan sebagainya. Dan, lo bakal belajar arti kekalahan, perjuangan, pengorbanan, usaha, tawakal, dan pastinya bersyukur. Contohnya gue share pengalaman pribadi aja deh... Dulu gue pernah ikut national English Competition di salah satu univ ternama di Indonesia, sebut saja UI, inisial lomba nya ALSA-UI. Itu pertama kalinya gue nyoba skala nasional. Awalnya takut, tapi rasa takut itu gue coba lawan, sampe akhirnya gue berangkat ke kampung halaman, jekardah. Dan gue kalah. It's okay, jangan berpikir "ah ngabis-ngabisin tiket pulang", "ah nyape-nyapein aja" jangan... Kalo gitu nanti lo gak menghargai usaha lo salama ini :"" wkwk. Oh iya, gak ada salahnya kalo lo coba ngobrol sama peserta lomba juga, karena itu kesempatan buat lo untuk mendekatinya.... EH BUKAN DENG HAHA, kesempatan siapa tau bisa diskusi mengenai apaa gitu, dan memperluas jaringan pertemanan. Remember, lo harus tetep bersyukur, apapun keadaannya, okey? :)

4. Coba Apply-apply Sesuatu
Yg ini hampir sama kalo lo ikut lomba sih... Misalnya, lo bisa apply beasiswa, program exchange ke luar negeri, atau internship ke luar negeri. Dulu gue juga sempet ragu dan takut2 gitu nih buat coba2 yg beginian, terus gue mikir "mau sampe kapan gue dijajah rasa takut...kalo begini gue gak bisa2 dong". Akhirnya ya gue mulai coba apply2 kaya conference ke Jepang, exchange ke USA, dll. Hasilnya? Belom rejeki wkwkwk. Btw yg exchange gue cancel semenjak tau presiden nya Trump, ntar gue digusur lagi :( #curcolpart2. Tapi bagi gue itu gak masalah.Yg penting, udah berusaha semaksimal mungkin, dan sisanya ya gue cuma bisa tawakal. Kalo belom lolos ya berarti Allah punya rencana yg lebih baik dari itu, simple aja kok. Kalo lo lolos apply2 kaya gitu, wah bisa nambah pengalaman lo kan, bisa mempercantik CV lo ntar, ada proof bahwa lo pernah go international, hazeekk wkwkwk. Jadi menurut gue ya coba aja sih, karena kalo nyoba kan gak tau, siapa tau rejeki lo disana, hueheu

4. Tetap Apdet dengan Mem Follow Account2 Cantik
Apa nih maksudnya? Btw, gue yakin 2017 sekarang mostly lo semua udah pada punya instagram kan? Hmm, mungkin gak semua sih, tapi mayoritas... Coba deh lo follow account2 yg bisa nyampein berita2 kekinian di instagram, kaya UNFCCC (tentang climate change), UNFAO (tentang pangan), UNHCR (tentang refugees atau pengungsi), ECOSOC (tentang ekonomi), dll. Itu UN (United Nation) kaya PBB gitu kalo di Indo, tapi bedanya itu account nya dikelola sama orang luar jadi berita nya pake b.ingg. Tapi menurut gue account2 gitu useful kok, jadi kalo lo lagi iseng duduk2 cantik buka instagram, ntar tiba2 muncul kabar mengenai perubahan iklim, gimana kabar suhu bumi sekarang, gimana kondisi ketahanan pangan, gimana kondisi pengungsi di negara manaa gitu misalkan, dll... Atau kalo lo make line coba add account2 kaya BBC NEWS, CNN, dan sejenisnya. Dengan begitu, pengetahuan lo bisa bertambah :D

Awqhey, menurut gue 4 hal itu si yg bisa lo terapkan selama lo kuliah 4 ta, biar selama 4 tahun itu lo gak cuma duduk cantik dengerin dosen ngoceh, hueheuheu :D. Sekian dari gue, semoga apa yg gue tulis ini bisa bermanfaat, aamiin. Dont Ever Give Up!

Thursday, November 24, 2016

Pengalaman Lomba Spelling Bee



At this time, I would like to tell you about my journey in ALSA UI E-Comp. Honestly, this is my first time to join in the national competition. I personally like to join an English competition, so when I saw there was an announcement from ALSA UI E-Comp (English Competition), I eager to join it. ALSA UI E-comp is an English competition which held annually by Law Faculty at the University of Indonesia at Depok, West Java. This is one of the prestigious competition in Indonesia, and it’s a big event.  The one who can join in this competition is an undergraduate student or senior high school student. There are 8 branches competition in this ALSA UI E-Comp. They are story telling, speech, debate, spelling bee, newscasting, paper presentation, the battle of brain, and *Model United Nation (MUN) *for senior high school only.
The reason why I choose spelling bee branch, it because I want to know it further, since the last time I joined is when I was in senior high school. Spelling bee is a competition which to test your skill in terms of spell the words which given by the speaker (usually native speaker). The purposes of this competition are to train the attentiveness in listening to the words and our accuracy in spelling the words, enrich our vocabularies, and enhance our ability in writing and pronouncing English words. It can base on oxford dictionary (use British accent) or longman or Merriam-webster dictionary (or another dictionary which use American accent). In this time, I should use based on the oxford dictionary one. I make my own preparation since D-30 or approximately 1 month before the competition begin. It was tough enough, cause you can imagine how many words that put in the dictionary. Then I should memorize it! No, we as a human being can not remember that million or even billion words, right. Moreover, I don’t familiar enough with the British accent, cause I mostly use the American one. But I tried my best to do it.
The preparation began. I tried to open the oxford dictionary from the first page. I’m not only tried to spell the word by myself, but I also learned the phonetics of each word.  Sometimes I repeated it more than 1 more time. I made my target that everyday I have to memorize and spell 10 words (minimum) until 20 words.  I also asked my friend to become the speaker of the word, then I would try to spell it. On the ext day, I tried to download the spelling bee videos, then I watched it. I also installed the spelling bee game. Ya, that's what I did everyday. Memorize the words, spell the words, watched the spelling bee videos,  and also played the spelling bee game. So when I did nothing in the campus, I use my earphone, then I listened to the words which spell by the speaker in the game, then I must type what the speaker said. That was the spelling bee game, which has approximately 20 rounds. Maybe you will think that it was bored. Me too, hahaha. But sometimes when I felt it, I remembered that I have to struggle, and I remembered that the rivals  must be “crazy” since it was a national level.  The one who makes me feel the spirit is my family, since UI is located at Depok, so I can go home! Exactly it’s located in Jakarta, and it takes 1 hour or 2 hours (if there is traffic jam) to Depok.
Day by day, until 1 week left (D-7), I’m getting frustrated, since there are so many “weird” and “crazy” words. Let me give you the example, “hydrophyte”, “exaggerate”, “symmetry”, “repertoire” etc. Maybe you will think that “symmetry” is simple enough, but it’s tricky when we saw that there is double “m”. It also happens to “repertoire”, the way you read it must be “repetwa”, or “exhausted”, the way you read it must be “igzost”. So the one who makes I confuse enough is the comparison from the way I read, to the letters of each word. For example like “ph” become “f”, like “catastrophe”, “g” become “j”, like “general”, “u” become “e”, like “urge”, “x” become “gz”, like “exhausted” which I already mentioned before. But sometimes some of them only happened in some words maybe.  Sometimes some words can be “silent ‘t’,silent ‘p’, silent ‘k’” etc, which there is a letter or more that we don't have to read it, but if we write it, it is there. Dictionary is my friend which I always bring everyday, the one who always made my day!
D-day has come. On 20th April 2016, I have to go to Jakarta, and the next day, I must do the re-registration at UI Depok. I follow the opening ceremony, and it was great! I also can expand my friend networking, I knew the participants from UGM, UNDIP, BINUS, UNHAS, etc. The first day was just the opening ceremony and the technical meeting. For the spelling bee branch, it was held on April 25th, 2016. I already tried as possible as I can, so it’s time for me to give my best performance. There are 4 rounds in this branch competition. At the first round, we were given 100 words by the native speaker. Each word will be repeated only 2 times, and after that, we had to write it down on the paper that provided by the committee. It was over, and the announcement had come. I got a chance to continue to the 2nd round. At this time, we had to spell it directly. Each participant will be given 5 words from the native speaker, and we had to spell it out afterward. Each participant will be given 30 seconds to think and spell each word. Less time we spend, more score we got. So, if we can spell it with 0-5 seconds, we got 20 points. If we can spell it with 6-10 seconds, we got 15 points, and so on, until if we spend more than 30 seconds, it means that we got no points or zero.
This is the embarrassing moment I ever had, because there are no words which I can spell correctly. Actually, I can spell 3 words correctly, but I almost do it! So I only make a mistake in 1 letter, but even if just 1 fault in 1 letter, a mistake still a mistake. It has the same case when you were given a question like ‘2x3’, the correct answer is 6, but you answer it 5,9. Ya, don't care how close it is, but it still a mistake. Ah, maybe I got nervous at that time, and also I was in a rush. So I want to answer it quickly in order I can get the big point, but I didn’t spell it carefully hehe. I thought it was okay. Maybe this is not my chance yet. Right, almost is never enough. I also said it to my older sisters and brothers, and they said it was fine, because I already struggle enough, and I tried my best. Keep calm, I didn’t give up just like that, because I think there are so many competitions which I can try in.
    So far, I felt happy and excited for joined in this ALSA UI E-Comp 2016. I got some friends, unforgettable experiences, and many more. I also learned that, do something fast is okay, or even good, but please still pay attention to it, otherwise I will mess everything up. I should say to you that, do not ever give up, cause you are still young, and there are so much experiences which you have to try.

Sunday, November 20, 2016

Cara Membuat Essay (Esai) Bahasa Inggris

Di postingan sebelumnya, udah dibahas"Contoh Essay (Esai) Bahasa Inggris". Mungkin temen2 ada yg udah ngerti begitu ngeliat contohnya, hehe. Atau mungkin ada yg masih bertanya tanya, "Gimana cara bikin esai nya?" Yuk langsung aja liat contoh dan penjelasannya di bawah :D

Decreasing the Amount of Poverty in Indonesia to Achieve
a Better Education

“Poverty is the worst form of violence.” – Mahatma Gandhi. The amount of poverty in Indonesia is increasing until the latest data show that it reaches 28,51 million lives. In 2016, hundred or even thousand children become the “victim” dropout students due to economic condition in poverty. This “violence" should be overcome so that the education can be distributed equally. In order to maximize the student’s education, role implementation by the corporation of three stakeholders are needed.
First of all, the government should provide some proper facilities to sustain an equality in terms of education. Some students in poverty still have the hardship to get access to education through infrastructure. Moreover, some students who live in the remote area must cross by swimming, and use an unstable rope bridge through the river to reach their school, because there is no decent bridge which can connect one area to another well. For example, students who live in the big city can reach their education easily because the good infrastructures, facilities, and tools are already there. By contrast, students who live in the remote area have to bet their life in terms of their struggle. Since the government is the one who has the biggest role towards this case, they have to overcome this circumstance, by fixing the infrastructures or replace it with the new one. In fact, all students have the same right to obtain an education, no matter where they live, they deserve to feel the educational equality. Actually not only the government, but NGO also deserve to lend a hand when realizing that society still needs a help.
Second, Non-Government Organization (NGO) should give assistance for society who in trouble. Based on the UNICEF data in 2015, there are more than 2,5 million dropout students. This is caused by the economic pressures that make leaving school unavoidable. Since the students live in a poverty, they feel having a responsibility to undergo some activities which to meet their financial. For instance, they have to be a vendor, sell some foods or goods, and offer some services to make ends meet. As a result, they have to keep their nose to the grindstone to make a living for their family, instead of continuing their education. In order to mitigate the number of dropout students, assistance by NGO is necessary. Significantly, NGO is important to establish the nation and society, so that NGO should involve to relieve the burden of their family by giving a help and support, such as charity, build some community-based enterprises, and participation in terms of society needs and its implementation. Another key point to remember is that both external assistance and internal awareness have a great impact towards poverty.
Last but not least, society awareness is required to minimize the amount of poverty. Students who live in a poverty can not receive the education well because of the lack of material resources. In fact, they should be provided by the parents to support their children’s education. Yet, poverty often places constraints on the family's ability to provide other material resources for their children as well. For instance, the children have limited access to high-quality day care, limited access to before- or after-school care, and limited access to get some knowledge resources, such as book, internet, and a teacher. To that end, society awareness should be upgraded in order to decrease the amount of poverty, by lending some books, share a knowledge to them, and give them some high-quality foods. Therefore, society already eases their problems in terms of material resources which support education.
In conclusion, an involvement of the government, NGO, and society awareness, including their actions are necessary to generate a bright education towards the students. Each stakeholder has a different contribution level to overcome the poverty. The government has the biggest contribution to focus on infrastructures side, then supported by assistance from NGO, and also followed by a feeling of awareness which should be increased in society itself. If poverty is the worst form of violence, then the real actions should be there to prevent the emergence of  a new victim.

1.) Judul - Ya, pasti, judul itu dibutuhkan. Judul ini harus mencakup dan berkaitan dengan topik dan tema yg lo pilih. Misalnya, tema nya kan "Establishing Indonesia Through Education", dan gue ngambil topic "social". Tapi, "social" itu masih umum, karena lingkup sosial itu banyak, ya kan? Maka tugas kita untuk membuat topik itu lebih spesifik, dan topik sosial yang gue ambil tadi mengarah ke kemiskinan. Gue pribadi bikin judul ini di akhir setelah essay gue selesai, tapi terserah gapapa juga kalo lo mau bikin judul dulu. Kemudian, kaitkan antara topik yg lo pilih dengan tema yang ada. Kalo dalam kasus ini berarti gue harus mengkaitkan hubungan diriku dengan dirinya. Eh bukan deng wkwk (no baper ya), maksudnya hubungan antara kemiskinan dengan pendidikan itu apa. Kalo menurut lo udah relevan.... jengjeng, jadilah judul essay :D

2. Jenis essay - Seperti yang udah gue bilang di postingan yang sebelumnya mengenai contoh essay, kalo jenis essay itu ada banyak. Salah satunya adalah 5 paragraph essay (Esai 5 paragraf) yang gue buat di atas tadi. Sesuai nama nya, essay ini terdiri dari 5 paragraf, dimana paragraf 1 berisi tentang introduction, paragraf 2 sampai 4 berisi tentang pembahasan atau opini kalian, paragraf ke 5 berisi  kesimpulan. Berikut istilah dari 5 paragraph essay.  
1st paragraph is introductory paragraph. 
2nd, 3rd, 4th paragraph is body paragraph
5th paragraph is concluding paragraph

3. Opening Paragraf 1 - Nah, paragraf ini bisa dibilang penting, dan menentukan apakah essay lo bakal dibaca atau nggak. Intinya, disini paragraf 1 ini harus caper. "Apa tuh maksudnya?" Lo harus bisa dapetin perhatian reader atau pembaca supaya dia mau membaca essay lo sampai akhir, atau istilah nya "grab the reader's attention". Caranya, dengan membuat kalimat opening yg eye catching. Biasanya, kalimat awal2 nya bisa berupa quote atau fakta2 yang wah. Kalo diliat dari contoh essay di atas, kalimat pertama gue berupa quote atau kutipan dari mahatma gandhi. Yg jelas, kalo mau pake kutipan dari orang terkenal, pastikan quote nya itu berkaitan dengan judul mu ya. Selain itu, kalian juga bisa pake fakta tentang sesuatu, misalnya kaya tadi setelah quote, kalimat kedua gue tentang fakta bahwa, "Tingkat kemiskinan di Indonesia terus meningkat, hingga data terakhir menunjukkan jumlah nya sebesar 28,51 juta jiwa". Mungkin dengan fakta kaya gitu, reader bakal ngerasa "oh ya?", "Loh, masa?", "anjir banyak banget" dan sebagainya wkwk. Dengan begitu, dia bakal penasaran dan tertarik untuk membaca lebih lanjut essay yg lo bikin.
Kalimat 1-2 keliatan masih general ya. Iya, soalnya belom dikaitkan dengan si education. Mulai dari kalimat ke 3 deh baru dikaitkan hubungan kemiskinan dengan pendidikan. Disini gue mencoba memakai istilah "violence" dan "victim" dari Mahatma Gandhi juga, biar nyambung gitu analogi nya dengan apa yg pengen gue bicarakan hehe. Jadi yg tadinya masih agak general, lama2 makin kesini kalimat nya mulai dibikin spesifik dan berkaitan. Nah, kalimat terakhir pada paragraf ke 1, yang berwarna merah bold, itu namanya thesis statement.  
Thesis statement adalah kalimat yg menyatakan main idea (ide pokok), untuk mencapai suatu tujuan, dan menyatakan kepada pembaca tentang apa yang ingin kamu bahas di paragraf selanjutnya. Thesis statement ini selalu berada di paragraf 1 kalimat terakhir. Di essay gue, tujuan gue adalah untuk memaksimalkan pendidikan siswa. Dari sini, bisa diliat bahwa yg nanti akan gue bicarakan adalah mengenai implementasi peran dari 3 stakeholders nya.

4. Paragraf 2 - 1st Main Idea - Main idea di setiap paragraf harus berkaitan dengan thesis statement. Remember, all main ideas of each paragraph should connect to "theme" in terms of "topic". Kalimat yg warna biru di awal kalimat paragraf 2-4 itu main idea. Kalimat yg warna coklat di paragraf 2-4 itu adalah supporting details. Supporting details selalu muncul setelah kalimat main idea. Sesuai nama nya,  fungsi supporting details adalah untuk memberikan info lebih detail dan men develop main idea, serta seperti menjawab pertanyaan2 seperti, "how", "what", etc, dan mendukung main idea yg ada. Di supporting details ini, sangat dianjurkan untuk memberikan suatu info mengenai fakta, contoh, dan hal2 lain yg detail yg berkaitan. Kalo kalian mau ngasih contoh, mungkin bosen ya pake kata2 "For example...." terus. Ada alternatif lain, yaitu "For instance...". Btw, please look at the last sentence of the 2nd paragraph. Disitu gue sekilas "memberi sinyal" pada reader, supaya dia mau baca paragraf gue yang berikutnya, karena di akhir paragraf 2 gue sempet menyinggung tentang NGO, dimana itu nanti akan dibahas detail di paragraf 3. Kalimat terakhir pada paragraf ke 2 ini harus mengikat dengan kalimat pertama pada paragraf ke 3 (lebih detail nya liat contoh essay nya).

5. Paragraf 3 - 2nd Main Idea- Again, main idea disini harus berhubungan dengan thesis statement, dan kalimat terakhir di paragraf ke 2. Sama seperti sebelumnya, ada supporting details, dan kalimat terakhir paragraf 3 mengikat dengan kelimat pertama pada paragraf ke 4

 6. Paragraf 4 - 3rd Main Idea - Masih sama, main idea berhubungan dengan thesis statement, dan kalimat terakhir paragraf ke 3. Pada intinya, disetiap body paragraph struktur nya sama, yaitu main idea dulu baru supporting details. Pada paragraf ke 4, atau paragraf terakhir di body paragraph ini, di kalimat terakhir nya, (yg "therefore..."), menunjukkan kepada reader bahwa pembahasan sudah selesai.

7. Paragraf 5 - conclusion - Kalimat pertama pada concluding paragraph harus restate from thesis statement, but in different sentence, and DO NOT copy paste. Dengan kata lain, kalimat awal di paragraf terakhir ini harus menyatakan kembali apa yang sudah ditulis pada thesis statement. Yang sama hanya INTI nya, BUKAN kalimat nya. Contoh....gue copas disini deh ya biar jelas.
Thesis statement: In order to maximize the student’s education, role implementation by the corporation of three stakeholders are needed.
Restate thesis statement: an involvement of the government, NGO, and society awareness, including their actions are necessary to generate a bright education towards the students.
 Intinya sama, yg beda hanya pemilihan kata2 atau vocabulary, dan kalimat nya di bolak balik aja. Misalnya, yg tadinya tujuan gue "to maximize the student's education..." diletakkan di depan atau awal, pada concluding paragraph, tujuan nya gue letakkan di belakang, dengan pemilihan kata "to generate a bright education...." It's okay selama maknanya tidak keluar dari thesis statement. Lalu kalimat ke 2 dan ke 3 itu point atau inti dari introductory paragraph secara singkat. Kalimat terakhir pada paragraf terakhir ini, usahakan kalimat nya memberikan sinyal kepada reader bahwa essay kalian sudah selesai. Atau, kalian bisa bikin closing yg eye-catching, bagaimana kalian memberikan sentuhan terakhir (*eaa wkwk) kepada reader, untuk mengakhiri pembicaraan dalam essay tersebut. Disini, gue mencoba untuk back ke quote di awal introductory paragraph, tapi dikembangkan dengan kata2 sendiri. Overall, kalian bisa bikin se kreatif kalian mau mengakhiri essay nya seperti apa :)

Mungkin gue rasa cukup yak penjelasan dari gue hehe. Semoga bisa bermanfaat buat temen2 :D. Jangan lupa untuk terus mencoba hal2 baru yg positif, karena kita gak bakal tau sebelum mencoba. Dan jangan pernah menyerah :)
Ohiya, gue ada referensi nih, dan menurut gue ini useful banget buat nulis essay. Referensi ini berfungsi untuk menambah variasi pemilihan atau pemakaian kata2 yang digunakan dalam essay, biar kata2 nya gak itu2 aja. Klik DISINI ya :). Selamat mencoba menulis essay, see ya!

Contoh Essay (Esai) Bahasa Inggris

HOLAAA EVERYBADEEEHH :D btw sebelumnya sorry banget ya akhir2 ini gue jarang nge post, karena....ya begitu deh hehe. Udah mulai memasuki semester 5, udah mulai ngerasain ribet dengan proposal PKL dan pelaksanaan nya, matkul nya makin susah, praktikum ada yg 2 sks, dll. Kalo ditanya kesibukan gue apa...Ya paling akademik itu sih sama masih hunting for some experiences kaya competition, program, exchange, dll. Nah ngomong2 soal competition nih, bukannya gue mau sombong atau apa, tapi gue cuman pengen share pengalaman sama kalian. Waktu itu gue pernah ngikut National Essay Competition yg diadain sama IAAS Indonesia, cabang UB. Awalnya gue ragu buat join karena terakhir gue nulis essay itu pas kelas 12 di LIA. Tapi intinya adalah "jangan takut mencoba". Akhirnya gue submit, alhamdulillah masuk final, dan alhamdulillah juara 2. Jadi pesan gue adalah, rejeki orang itu gak ada yg tau kecuali Allah :) walaupun kita ngerasa mustahil, belom pernah nyoba sebelumnya, belom ada pengalaman, tapi kalo Allah menentukan rejeki kita disitu, yaudah :D (biar kalian semangat huehue). Sebelum gue kasih contoh essay, nya, this is a little indtroduction about essay.

 Jadi, apa itu essay? Essay adalah tanggapan atau opini seseorang terhadap sesuatu atau permasalahan yg ada. Biasanya, essay itu terkait dengan isu2 mutakhir, contoh masalah yg dibahas kaya tentang SDG (Sustainable Development Goals),  gender equality, education, bullying, dll. Entah itu essay bahasa indonesia atau bahasa inggris, intinya syarat essay itu sama, yaitu harus bersifat oroginal, atau murni dari pemikiran kita sendiri,bukan karya orang lain, atau essay yang pernah di publish orang lain. Contoh essay itu macem2, seinget gue, ada argumentative essay, persuasive essay, 5 paragraph essay, dll (sisa nya searching sendiri ya hehe :D). Untuk pembahasan, langsung aja deh ke contoh essay nya nih.

Waktu itu tema yang dikasih dari IAAS adalah "Establishing Indonesia Through Education", Topic yg tersedia ada 3, agriculture, technology, and social. Then i choose "Social". Berikut contoh nya.

Decreasing the Amount of Poverty in Indonesia to Achieve
a Better Education

“Poverty is the worst form of violence.” – Mahatma Gandhi. The amount of poverty in Indonesia is increasing until the latest data show that it reaches 28,51 million lives. In 2016, hundred or even thousand children become the “victim” dropout students due to economic condition in poverty. This “violence" should be overcome so that the education can be distributed equally. In order to maximize the student’s education, role implementation by the corporation of three stakeholders are needed.
First of all, the government should provide some proper facilities to sustain an equality in terms of education. Some students in poverty still have the hardship to get access to education through infrastructure. Moreover, some students who live in the remote area must cross by swimming, and use an unstable rope bridge through the river to reach their school, because there is no decent bridge which can connect one area to another well. For example, students who live in the big city can reach their education easily because the good infrastructures, facilities, and tools are already there. By contrast, students who live in the remote area have to bet their life in terms of their struggle. Since the government is the one who has the biggest role towards this case, they have to overcome this circumstance, by fixing the infrastructures or replace it with the new one. In fact, all students have the same right to obtain an education, no matter where they live, they deserve to feel the educational equality. Actually not only the government, but NGO also deserve to lend a hand when realizing that society still needs a help.
Second, Non-Government Organization (NGO) should give assistance for society who in trouble. Based on the UNICEF data in 2015, there are more than 2,5 million dropout students. This is caused by the economic pressures that make leaving school unavoidable. Since the students live in a poverty, they feel having a responsibility to undergo some activities which to meet their financial. For instance, they have to be a vendor, sell some foods or goods, and offer some services to make ends meet. As a result, they have to keep their nose to the grindstone to make a living for their family, instead of continuing their education. In order to mitigate the number of dropout students, assistance by NGO is necessary. Significantly, NGO is important to establish the nation and society, so that NGO should involve to relieve the burden of their family by giving a help and support, such as charity, build some community-based enterprises, and participation in terms of society needs and its implementation. Another key point to remember is that both external assistance and internal awareness have a great impact towards poverty.
Last but not least, society awareness is required to minimize the amount of poverty. Students who live in a poverty can not receive the education well because of the lack of material resources. In fact, they should be provided by the parents to support their children’s education. Yet, poverty often places constraints on the family's ability to provide other material resources for their children as well. For instance, the children have limited access to high-quality day care, limited access to before- or after-school care, and limited access to get some knowledge resources, such as book, internet, and a teacher. To that end, society awareness should be upgraded in order to decrease the amount of poverty, by lending some books, share a knowledge to them, and give them some high-quality foods. Therefore, society already eases their problems in terms of material resources which support education.
In conclusion, an involvement of the government, NGO, and society awareness, including their actions are necessary to generate a bright education towards the students. Each stakeholder has a different contribution level to overcome the poverty. The government has the biggest contribution to focus on infrastructures side, then supported by assistance from NGO, and also followed by a feeling of awareness which should be increased in society itself. If poverty is the worst form of violence, then the real actions should be there to prevent the emergence of  a new victim.

"Cara membuat essay nya gimana?" Lanjut ke postingan berikutnya yaa :) biar gak kepanjangan wkwk. Bersambung... Buat yg pengen tau penjelasan nya atau cara bikin essay nya gimana, klik DISINI yaw:D

Saturday, February 27, 2016

Grammar dan Vocab Asing

Hei gengz kali ini gue pengen nyoba posting sesuatu yg berhubungan sama edukasi lagi nih, selain tentang jurusan di kuliah, cara ngedit foto atau yg lainnya hehe. Gue pengen coba sharing tentang grammar yg dulu pernah gue pelajarin di LIA.

Contoh, perbedaan noun, adjective, dan verb dari beberapa kata
Noun --> adjective
anger (n) -- angry (adj)
argument (n) -- argumentative (adj)
glamour (n) -- glamorous (adj)
secret (n) -- secretive (adj)
tear (n) -- tearful (adj)

Noun --> verb
Trauma (n) -- Traumatize (v)

Verb --> adjective
Cure (v) -- Cureable (adj)
Scare (v) -- Scary (adj)

Verb --> noun
Achieve (v) -- Achievement (n)
Appear (v) -- appearance (n)
determine (v) -- determination (n)
recover (v) -- recovery (n)
report (v) reporter (n)

Adjective --> Noun
perfect (adj) -- perfection (n)

Adjective --> Verb
Weak (adj) -- weaken

Jadi lo bisa nambahin beberapa akhiran kata yg gue bold buat ngerubah kata tertentu. But remember, gak semua kata bisa diubah cuma dengan nambahin atau nge ilangin akhiran" itu. Contoh nya "destination" (n) walaupun akhiran nya "ion" (kata benda) tapi kalo kata "ion" nya diilangin, dia jadi gak punya arti. Kenapa ini penting....karena biasanya kalo kita ngerjain soal TOEFL/TOEIC, kalo soal nya PG, sebenernya pilihan jawaban abcd nya itu satu kata, tapi di beda"in bentuk nya biar kita bingung. Contoh nya, lo mungkin sering nemu soal yg pilihan abcd nya kata dasar nya cuman satu, "success" misalnya. dari a-d kata nya itu" aja cuman diganti ganti. misal nya yg a)success, b)successful, c)successfully. Cuman dibikin beda jenis kata aja, yg a nya kata benda, b nya kata sifat, c nya kata keterangan (akhiran -ly, dengan sukses)

Contoh:
1. Having perfectly slim figure seems to be the____ of many young and trendy girls
a.) obsess
b.) obsession

2. Many women risk their____ for the sake of beauty
a.) health
b.) healthy

Jawaban:
1. b.)
2. a.)

Why?
number 1  --> Liat kata" sebelum titik", disitu ada kata "the". Kalo sebelum nya udah ada kata "the", usually followed by noun. dan disitu yg noun adalah yg B.
number 2--> penjelasannya hampir sama kaya yg nomor 1, disitu ada kata "their" sebelum jawaban, so the next word should be noun, yaitu yg "health".

Tapi kadang kalo gue kurang paham artinya, pas ngerjain soal TOEFL itu sering pake feeling juga sih...wkwkwk

Mungkin grammar nya segitu dulu, sisanya gue mau sharing vocab atau kata" yg...dulu pun gue jarang denger ini dan beberapa dari itu emang gak bisa diartiin satu kata per kata.

Vocabulary
Impulsive -- menurutkan kata hati
Thought-out-purchases -- pengeluaran yg udah dipikirkan secara matang
Get a good bargain -- penawaran yg baik
Make ends meet -- pas pas-an (example: uang gue pas pasan)
Keep her nose to the grindstone -- bekerja terus terusan
Pose a threat -- menimbulkan ancaman
Baccalaureate -- sarjana muda
Outstanding -- terkemuka
Undergo -- menjalani
Unrequited love -- cinta bertepuk sebelah tangan
Procrastinator -- orang yg suka menunda nunda (pekerjaan)
Bail out -- help (me) out
Concede -- mengakui
Take the credit -- Menerima pujian
Solely -- semata mata
In a quandary -- ragu ragu / bimbang
Dreadful -- terrible (mengerikan)
Grudge -- Dendam
Obscenities -- bad names (kata2 kasar....yaa you know lah wkwk)
Up to par -- to meet the required standards
Laid-back -- easy going
Profound -- mendalam
Anguish -- kesedihan yg mendalam
Hardship -- penderitaan
Paroxysm -- serangan hebat
Perseverance -- ketentuan hati
Wholeheartedly -- sepenuh hati
Clinging to anger -- staying upset
Drawback -- kekurangan / halangan
Appalling deaths -- losing their life in a terrible way
Simultaneous --> happen at the same time
Handpick -- choose carefully
Derail -- out of track / disobey
Sustain -- maintain / menopang
Stimulate -- encourage / persuade / memicu
Bloated -- bigger
Rely on -- depends on
A red-letter day -- special day
Blue in the face -- totally frustrated
Turn green -- quite envious
Red penciled -- censored
Once in a blue moon -- once in a while
Out of the blue -- suddenly
Blue blood -- royal decendants
Feeling blue - upset / galau
White lies -- harmless lies
White with terror -- surprise / pale / scared
See red -- angry
Yellow streak -- coward
The pink -- very healthy
Environmentally friendly -- ramah lingkungan

 .....and so on, masih buanyak vocab yg keliatan "aneh" lainnya. That's it, mungkin kalo gue ada waktu lagi, next time bisa sharing" lagi  :D. Semoga bermanfaat yaa :)

Tuesday, January 19, 2016

Seru nya Kuliah di Jurusan Teknologi Industri Pertanian

HALO GAEEESSZ :D muuph eak udah lama gak muncul selama beberapa bulan, soalnya pas semester 3 ini bisa dibilang, pas "wah" gitu deh hahaha. Nah, sebelumnya kan ada postingan gue yang berjudul "Apa itu Teknologi Industri Pertanian?" kali ini gue ingin memperdalam lagi mengenai TIP atau Agroindustri itu sendiri. Kenapa? Supaya orang-orang gak salah persepsi lagi sama TIP, supaya orang2 gak memandang TIP sebelah mata lagi *azek*, supaya orang2 gak hanya mengutip kata "pertanian" pada jurusan yang mempelajari segala ilmu ini, yaitu Teknologi Industri Pertanian, wkwk.

Dilihat dari tujuan nya, TIP atau Agroindustri ini punya satu tujuan utama (menurut gue) dengan 3 kata kunci, yaitu minimal, maksimal, dan optimal. Selain itu juga ada inti yg gak bisa lepas dari TIP, yaitu input-proses-output. Antara inti dan tujuan itu saling berkaitan. Apa tuh maksudnya? Jadi, kita membuat INPUT se MINIMAL mungkin yg dapat berupa biaya bahan baku, ongkos, waktu, upah tenaga kerja, dll yg kita input ke dalam suatu PROSES, dimana nanti nya untuk menjalankan proses itu dibutuhkan suatu cara, dan cara yg kita tempuh/pakai itu haruslah menggunakan cara atau solusi yg OPTIMAL, serta dapat menghasilkan OUTPUT (produk, keuntungan, kualitas, dll) yang MAKSIMAL, sehingga dapat memuaskan konsumen baik untuk saat ini maupun masa yg akan datang. Tuh kan, kepuasan konsumen aja diperhatiin *eaa wkwk. Btw itu cuma pendapat gue doang kok jadi belom tentu bener :). Cuma mau ngasih gambaran aja kalo secara garis besar.... itu loh TIP :D. Kalo masih ada yg nanya "ke sawah gak?" jawabannya "sama sekali nggak", karena seperti yg udah gue jelasin sebelumnya kalo TIP ini "off farm" please jangan liat satu sisi dari kata "pertanian" :"" wkwkw. Nah, gue mau sharing aja ni sama temen2 buat FAQ (Frequently Asked Question) yg sering orang2 tanya ke gue wkwk. Siapa tau ada yg punya pertanyaan yg sama, ini dia FAQ nya:

"Apa aja sih yang dipelajarin di TIP?"
jawabannya ba-nyak. TIP ini mempelajari semua ilmu, tapi gak sampe dalem ke akar nya, cuma dasar nya aja. Disini temen-temen bakal dapet mata kuliah yang berkaitan mulai dari ekonomi, dasar pemrograman, statistik, hitung hitungan, apalan, logika, manajemen, perancangan pabrik, ergonomi, pengemasan., banyak deh pokoknya. Karena dosen gue pernah bilang bahwa target dari seorang TIP adalah bukan hanya sekedar bekerja di suatu perusahaan, tapi kita juga harus bisa untuk menjadi MANAJER. Tenang, TIP gak full mumet di hitung-hitungan kok (buat yg kurang suka itung2an) karena di tiap semester nya matkul TIP dicampur kaya gado2, itungan beberapa, hapalan beberapa.

"Gimana kesan kesan saat di TIP?" / "Teknologi Industri Pertanian belajar apa?"
Sekarang gue alhamdulilah udah selesai semester 3 dan mau semester 4. I HAVE TO TELL YOU ABOUT THIRD SEMESTER HAHAHA, but maybe later. FIRST SEMESTER, yaa bisa dibilang masih kaya SMA kelas 4, belom begitu kerasa, mungkin beberapa dari kita (termasuk gue) masih sempet kaget yg namanya praktikum laporan, dkk karena masih baru. SEMESTER 2, disini adalah saat2 semester yg HITUNGAN NYA HITSZZ NGETSZ, kenapa? Bayangkan... Matkul hitung2an ada 3, Riset Operasi, Ekonomi Teknik, Statistika Industri I, dan masing-masing 4 SKS, jadi total 12 SKS. Terus satunya lagi logika sih, Dasar Pemrograman, 3 sks. Praktikum 3 biji, Statind I, Daspro (dasar pemrograman), dan Biologi. Tapi karena waktu itu gue "agak nekat" ngambil 24 sks, nyolong matkul semester 4 yg ada praktikum nya, jadi gue menempuh 4 praktikum saat itu wkwkwk. SEMESTER 3, NAH JENG JENG..... Semester 3 adalah asat dimana lo MAU TIDUR AJA MIKIR DULU :""). #AhLebay. Soalnya di semester 3 ini praktikum nya ada 4, yaitu PPIC (Production Planning and Inventory Control), PBAI (Pengetahuan Bahan Agroindustri), Bioindustri, PKE (Perancangan Kerja dan Ergonomi) dan keempat nya itu tulis tangan, wajib tinta biru wkwk :)). Disaat semester 3 itulah, kesabaran kita diuji, usaha kita di tes, seberapa kuat kita mau struggle, survive, manajemen waktu kita pun diuji, sampe mau nyuci aja nyari waktu kosong, mau tidur aja mikir dulu "tidur gak ya, kalo tidur, laporan gue belom kelar nih, tapi kalo gak tidur kasian badan gue", dan hal-hal lain nya yg di uji wkwk. Jujur aja si di semester 3 ini gue sempet stress ba-nget, dan i dont know what i have to do, and then akhirnya gue cuma bisa nangis. Bayangin sehari banyak deadline, 2 laporan belom kelar, belom tugas, belom misalnya kalo dosen ngasih kuis, belom kalo misalnya lo ikut lomba, lo harus bisa bagi waktu buat latihan dan sebagainya. Tapi gak lama gue keinget firman Allah, "Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan" dan gue langsung narik napas panjang #MendadakSyariah #JadiDrama . Di semester 3 itulah kita tau mana temen yg bener bener temen, atau "temen" yg cuma tanda kutip, misalnya ghaib tiba2 minta foto laporan, tiba2 ini, tiba2 itu, haha *eh. Tapi, FYI ya jangan seneng dulu karena belom sampe situ :)) soalnya kata kakak tingkat, semester 5 itu lebih lagi dan bahkan ada yg gak tidur 2 hari. YAP, PRAKTIKUM. Praktikum yg katanya sih kita harus BIKIN/MERANCANG PABRIK, dimana saat praktikum merancang pabrik itu, kalo bab 4 nya masih revisi, gak bisa lanjut ke bab 5, kalo bab 3 udah selesai tapi masih ada yg salah, gak bisa lanjut ke bab 4, dst karena berkaitan, dan praktikum BIKIN PRODUK, ditambah lagi PKL :)) wkwk. Intinya yg di pelajarin di TIP di tiap semester tu campur, ada itungan, ada hapalan, karena kata dosen gue TIP itu nanti bakal jadi decision maker, makanya TIP dapet matkul yg berbau bau ekonomi, ngitung biaya, kira" untung gak ya kalo kaya gini, dst.

"Apa prospek kerja untuk TIP?"
Jawabannya juga masih sama  kok, "banyak" :). Menurut gue sih jurusan ini bisa kerja di perusahaan baik pangan maupun non pangan, mau jadi entrepreneur bisa, kerja di bank bisa, buka usaha sendiri bisa, kerja di kantor juga bisa, banyak sih kalo ngomongin prospek kerja mah, soalnya semua ilmu dipelajarin di TIP, jadi at least kalo mau 'agak' nyasar ya in sya Allah udah ada basic nya.

"Kan TIP itu termasuk FTP (Fakultas Teknologi Pertania) ya *Kalo di UB, Universitas Brawijaya*, terus apa yg membedakan antara TIP dengan jurusan lain di fakultas itu?"
Yg membedakan adalah, kalo jurusan lain melajarin ilmu nya sampe dalem ke akar, kalo TIP asal dapet dasar nya aja, udah, like i said before. Kaya misalnya, di semester 3 ada matkul Pengetahuan Bahan Agroindustri (PBAI), disitu ada materi tentang antioksidan. Saat TIP mempelajari materi antioksidan, begitu ketemu slide/bagian tentang struktur2 kimia, gugus, ikatan rangkap, woh...dkk itu deh, kita gak perlu melajarin yg kaya gitu. Yg melajarin kaya gitu setau gue jurusan sebelah, THP (Teknologi Hasil Pertanian). Asal kita tau dasar nya aja "oohh ini loh antioksidan, antioksidan tuh fungsi nya ini loh, ditemukan di sini, hubungan nya sama radikal bebas tuh gini, dll dll bla bla bla bla" dan asal tau aja struktur nya kaya gitu. Gak perlu sampe diperjelas ditelaah dipahami dan dimengerti kok struktur kimia nya bisa gini, ini ikatan nya kok bisa jadi gini, dll. Nope. Kalo di UB sih FTP ada 3 jurusan, THP, TIP, dan TEP (Keteknikan Pertanian). Diliat dari fokus nya, menurut gue kalo THP itu lebih fokus ke kimia sama biologi nya. Kalo TIP, banyak di manajemen. Dan kalo urusan biaya atau ongkos pokoknya yg berbau duit itu juga lebih diserahkan ke TIP. Kalo TEP menurut gue dominan pelajaran fisika, kaya tentang mesin atau peralatan nya gitu.
Kalo gue membayangkan dan mengkhayal...*azik*, kalo THP, TIP, dan TEP ini ada di dalam suatu perusahaan *sebut saja Indomie*, THP yg bagian bikin adonan nya supaya tekstur nya kaya gini, warna nya gini, rasa nya seperti ini, yg ngawetin mie nya, pokok nya yg ke arah sifat fisis pangan (mie). Kalo TIP yg memutuskan apakah dengan melakukan input seperti ini bisa menghasilkan keuntungan yg maksimal? Terus bagian mengendalikan persediaan juga bisa, berapa jumlah bahan yg optimal yg bisa kita jadiin persediaan, karna kalo kita nye-tock ampe bejibun ya rugi kalo gak kepake, mengatasi permintaan yg gak pasti *gak pasti aja masih diatasin tuh kan wkwkw*. kalo TEP mungkin fokus buat mengatasi mesin nya #CMIIW :)

Gimana? Asik + seru kan kuliah di TIP, wkwk. Gue sih sempet ngobrol sama temen kos gue jurusan Teknik Industri, dan sepertinya hampir semua mayoritas mata kuliah nya sama cuma beda nama. Cuman kalo Teknik Industri kan bahan baku nya lebih ke yg keras2 kaya besi, baja, dll, dimana kalo misalnya kualitas nya mulai nurun/rusak, kan benda" logam gitu katanya masih bisa di poles" lagi. Beda sama TIP yg bahan baku nya lembek2 kaya jagung, susu, tomat, dll, yg sifat nya mudah rusak, jadi yaa gitu lah wkwk.  Enak kok di TIP, gue si kadang nge khayal atau pernah nge bayangin kalo "wih suatu saat gue bisa bisnis nih, atau mungkin bikin pabrik ya buat investasi... atau nggak, gue kerja di perusahaan besar kaya nestle, indofood *maap sebut merk ._. atau bahkan sampe gue punya tenaga kerja dan gue nge gaji sendiri buat tenaga kerja itu" *ngayal nya jauh ya..... wkwkwk*

Kalo temen-temen pas baca tulisan di atas, sempet terlintas "hah? serius sampe gak tidur? Gilaaa". Yaa namanya udah kuliah beda ba-nget sama pas SMA. Udah gak bisa lagi kita bergantung sama orang laen, udah harus bisa otodidak, belajar sendiri, udah harus bisa menempatkan yg mana yg prioritas, harus bisa survive, jangan kaget ketemu temen yg gini, yg gitu, dosen yg gini, yg gitu, harus pinter2 ngatur asupan sendiri, kira2 apa yg tubuh lo butuhin, antioksidan, vitamin atau protein, atau apa gitu biar gak sakit, *reminder buat diri gue sendiri juga :)*. Karena di tiap semester nya selama di TIP ya gue pernah sakit, karena gak bisa mengatur pola makan, kadang 3x, kadang 2x, kurang asupan juga, jadi gampang kena penyakit. Thats why gue ngasih tau gini ke temen2 supaya hal negatif yg gue alamin bisa jadi pelajaran buat temen2 dan gak kejadian sama temen2 (misalnya yg sakit, susah ngatur pola makan, dll).

Sekian dari gue mengenai jurusan Teknologi Industri Pertanian, semoga bisa bermanfaat buat yg baca, terutama buat temen2 yg belom tau apa itu TIP, atau yg masih bingung milih jurusan, dan bisa menggeser persepsi orang2 bahwa TIP itu bukan jurusan yg hanya bisa disimpulkan dengan melihat kata "pertanian"nya aja. Okay then, sorry kalo ada kekurangan yaw :D


FEBRUARI 2019 UPDATED 
Alhamdulillah vlog gue di yutup udah jadi, terkait info lebih lanjut soal TIP (biar lebih jelas mungkin kalo secara lisan), dan sekalian menjawab Frequently Asked Question (FAQ) atau pertanyaan yg sering ditanyain ke gue selama 4 tahun terakhir ini. Langsung aja kalo mau tau lebih dalam soal TIP bisa KLIK DISINI 

Makasih udah mau nonton dan visit blog gue :)

Saturday, October 10, 2015

Mata Kuliah Teknologi Industri Pertanian (TIP) Campur-campur?

Nah, mungkin ada beberapa dari temen-temen yg udah baca postingan blog gue yg berjudul "Apa itu Teknologi Industri Pertanian?". Disini mungkin kaya semacam postingan terusan nya gitu ya wkwkw. Btw sebelumnya gue mau bilang makasih banget buat semuanya yg udah comment di blog gue yg judulnya itu, yg jadi kepikiran buat masuk TIP setelah baca, yg pengen tau lebih jauh, nanya", dll. Semoga bisa bermanfaat buat semuanya ya aamiin :). Buat mahasiswa baru (maba) yg sekarang kuliah di jurusan TIP, sempet kepikiran kaya gini gak... "Kok semester 1 dapet matkul Pengantar Ilmu Ekonomi ya?" atau yg udah searching" atau yg udah tau matkul TIP di beberapa semester kedepan sempet kepikiran gini "Kok TIP dapet matkul Dasar Pemrograman sih? Itu bukannya matkul nya FILKOM ya?", "Kok dapet Ekonomi Teknik?", "Kok matkul nya campur-campur ya ada yg matkul dari FILKOM, FT, FEB, FMIPA, dll?" Btw ini yg gue sharing itu yang mata kuliah di Teknologi Industri Pertanian Universitas Brawijaya (TIP-UB) yaa :D

Jadi... TIP itu beda sama THP (Teknologi Hasil Pertanian atau populer nya Teknologi Pangan), dan TEP (Keteknikan Pertanian, Teknik Bioproses, dan Teknik Lingkungan). Ya iya yak beda, nama nya aja juga udah beda wkwk. Gue mulai dari THP ya. Kalo THP tuh dia mempelajari sesuatu sampe dalem gitu. Gue tau dari temen gue sih, misalnya dulu pas SMA kita pas biologi itu belajar siklus Krebs kan ya? Di siklus Krebs kan ada banyak tuh step"nya. Paling kalo SMA kita ngapalin urutan proses nya, terus udah selesai, gitu kan yak? Nah kalo THP ini dia di pelajarin lebih dalem lagi di tiap proses nya kaya pas tahap alfa ketoglutarat, itu dipelajarin lagi ampe dalem. Terus pas tahap suksinil koa, dipelajarin ampe dalem juga, jadi tiap tahap nya itu dijabarin, diperjelas lagi. Kaya belajar materi sampe ke bagian dalem inti nya gitu.

Beda sama TIP. Kalo TIP, belajar kulit nya doang, gak sampe ke inti. "Kok gitu?" Ya emang gitu....wkwk. Gue pernah di kasih tau dosen gue gini... "Kita itu jurusan Teknologi Industri Pertanian, berarti nanti kita bakal lari ke ranah industri. Orang industri itu asal tau dasar nya aja, gak perlu sampe di dipelajarin sampe dalem banget. Asal kita udah tau dasar ilmu nya, kita bisa memainkan suatu data, dan dari dasar itu bisa kita kembangin sendiri, kita jabarin sendiri, nanti mau gimana, harus seperti apa, dll. Jadi kita sebagai orang industri itu emang harus tau semuanya. Beda sama THP dan TEP yg gak harus tau semua, tapi dipelajarin sampe dalem." Gue lupa itu kata-kata dari pak siapa ya wkwk tapi gue pernah denger gitu.

Kalo kata kakak tingkat gue gini, "Kita TIP emang belajar semua tapi gak pernah sampe ke akar. Kan mau jadi manager ya harus tau semua. Kalo kita belajar matkul sampe ke dalem inti nya, apa beda nya kita sama THP atau TEP? Target nya kan kita kalo bisa bukan cuma jadi karyawan di industri, tapi jadi manager. Manager kan harus tau semua." Aamiin bisa jadi manager hahaha. Jadi udah ada gambaran belum tentang misteri kenapa TIP kalo mempelajari matkul itu gak sampe dalem? wkwk :p

Makannya kan matkul manajemen di TIP banyak banget, dari yg manajemen pemasaran, manajemen agroindustri, manajemen SDM, manajemen lingkungan dan limbah industri, manajemen mutu, banyak deh, tiap semester ada manajemen nya. Sedangkan kita tau kalo manajemen itu sebenernya agak ke ranah IPS. Karna target kita itu jadi manager, jadi kita harus bisa me-manage semuanya.... hahaha :3

Kalo THP kan matkul nya ada Kimia Pangan (Kimpang) I, Kimpang II. Terus ada Mikrobiologi umum, terus dibikin spesifik lagi pas semester berikutnya ada Mikrobiologi Pangan. Terus kalo TEP juga ada Mekanika Teknik I, terus ada lagi yg ke II. Kimia Dasar I, Kimdas II. Kalkulus I, Kalkulus II. Kalo TIP, Kimdas cuman sekali semester 1, semuanya sekali kecuali Statind (Statistika Industri) pas semester 2 dapet yg Statind I, semester 4 dapet Statind II. Kayanya statistik emang ada di semua matkul deh, soalnya kan emang penting banget kalo statistik. Selain statind yg ada I & II, matkul TIP cuman sekali dipelajarin doang. Kalo THP sama TEP kan ada 2 matkul atau bahkan lebih yg dibagi ada part nya gitu biar belajar sampe dalem. Mungkin karena mereka harus mengetahui itu lebih dalam hehe :)

Makannya sebenernya kalo dibilang jurusan ini termasuk IPA, ya nggak juga sih... Soalnya matkul nya juga gak sains banget haha. Dari yg matkul hitung"an ada, yg cuma maenin logika dan gak perlu hitungan ada, yg pake logika + pake itungan juga ada, yg make nalar ada, yg hafalan ada, yg sosial ada, campur-campur pokok nya wkwkw tapi menurut gue seruu :D. Apalagi kaya misalnya abis kelas matkul itung"an gitu ya, terus abis itu ada kelas matkul manajemen pemasaran. Lumayan jadi agak ke refresh otak nya wkwk kalo gue sih gitu :D

Nah, udah tau kan sekarang beda nya? :). Kalo TIP asalkan udah paham dasar nya, kaya... "Oohh caranya gini... Oohh ini tuh ntar bisa di aplikasikan kesini loh..." Ya udah, gak di perdalam lagi. Jadi itulah alasannya kenapa mata kuliah di TIP campur-campur kaya gado-gado...*yah jadi baper (bawaan laper). Karena target kita biar bisa jadi manajer suatu saat nanti, Aamiin :)

FEBRUARI 2019 UPDATED 
Alhamdulillah vlog gue di yutup udah jadi, terkait info lebih lanjut soal TIP (biar lebih jelas mungkin kalo secara lisan), dan sekalian menjawab Frequently Asked Question (FAQ) atau pertanyaan yg sering ditanyain ke gue selama 4 tahun terakhir ini. Langsung aja kalo mau tau lebih dalam soal TIP bisa KLIK DISINI 

Makasih udah mau nonton dan visit blog gue :)